Legenda Batu Bleneng Cipali Cerita Rakyat yang Menggemparkan Pengguna Jalan Tol!

Sejarah Cirebon, Fokuscirebon.com- Bagi kalian warga Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning) dan masyarakat Indoneisa lainnya, sudah pernah melintasi jalan tol Cikopo-Palimanan (CIPALI)? Apabila sudah melintasi, tentunya penasaran dan juga bertanya-tanya mengenai BATU BLENENG yang ada di ruas jalan tol Palimanan tersebut. Bukit aja di belah, kenapa batu bleneng tersebut tidak dipindahkan?  Apa misteri, sejarah, atau mitos apa di balik BATU BLENENG tersebut? Berikut kami sajikan cerita dibalik legenda batu bleneng yang adai di jalur CIPALI!

Terlepas dari mitos, atau mistik keberadaan BATU BLENENG tersebut, sebagai umat beragama dan berbudaya kita anggap saja cerita tersebut merupakan cerita  rakyat yeng memiliki kearifan lokalnya terendiri. Batu bleneng tersebut, apabila dari arah Jakarta-Palimanan berada disebalh kanan jalan, tepatnya di KM 182, masuk ke wilayah Desa Walahar, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon.

Sudah sejak permbangunan Tol Cipali, pihak tol sudah berusaha ingin memindahkankannya, namun tidak bisa entah mengapa. Mungkin karena ukurannya yang besar, tinggi mencapai 2 meter. Sedangkan warga sekitar tidak sedikit yang mempercayai kalo batu bleneng tersebut merupakan batu keramat, yang tidak boleh dipindahkan apalagi dihancurkan.

Berdasarkan cerita rakyat setempat, batu tersebut sudah ingin dipindahkan dengan alat-alat berat. Namun entah kenapa tidak bisa. Pihak tol justru membantah kalau tidak ada kaitannya antara batu tersebut dengan tidak bisa dipindahkan atau kecelakaan yang ada di jalan CIPALI. Karena memang tidak bertabrakan dengan jalur tol, maka batu tersebut tidak dipindahkan oleh pihak tol.

Menurut cerita rakyat asetempat pula, batu beleng tersebut memiliki sejarah dan ceritanya tersendiri. Dikabarkan konon batu tersebut zaman dahulu menjadi tempat leluhur untuk bertapa dan bersemedi. Dan ada yang mengatakan dan tidak sedikit yang mempercayai bahwa batu tersebut sengaja diletakan oleh leluhur untuk menyumbat mata air, yang apa bila di pindahkan akan membuat banjir kawasan sekitarnya.

Pada tebing sisi selatan, bertengger sebuah batu besar. Mayoritas warga setempat menganggap batu tersebut keramat dan tak bisa diutak-atik. Hal itu pula yang menyebabkan konstruksi jalan tol di wilayah tersebut dibuat berbelok-belok, mirip aksara S.

"Gunung yang tinggi bisa dibelah untuk jalan tol, tapi batu itu tidak bisa," ujar Romli (55), warga di pinggir Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), 

Di Jalan Tol Cipali, bentuk jalan yang menikung dan membelah bukit hanya ada di Km 181-182. Lokasi tersebut masuk wilayah Desa Walahar, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Secara turun temurun, warga Walahar menyebut bukit itu sebagai Gunung Salam. Sedangkan batu yang bertengger di punggung bukit dinamai Batu Bleneng.

Romli yang tinggal di kaki Gunung Salam percaya, Batu Bleneng memiliki kekuatan gaib sehingga batu seukuran bus kota itu tidak bisa dipindahkan maupun dihancurkan. Menurut Romli, lantaran Batu Bleneng bergeming, konstruksi jalan diubah, dari lurus 180 derajat menjadi letter S.

Romli mengatakan pekerja proyek jalan tol telah mencoba memindahkan dan menghancurkan Batu Bleneng menggunakan alat-alat berat. Namun upaya tersebut selalu gagal. Kabarnya, setiap kali pekerja hendak memindahkan batu, maka terjadi insiden atau kecelakaan kerja.

Nah, persoalannya kini banyak yang mengaitkan urusan batu itu dengan urusan mistis dan aneh lainnya di Cipali. Lepas dari urusan soal mistis dan aneh lainnya, pastinya saat berkendara harus hati-hati. Siapkan kondisi, apalagi trek yang dilalui panjang dan jangan lupa berdoa.

No comments:
Write komentar

Terima kasih sudah bertanya dan memberi komentar. Mohon maaf apabila ada pertanyaan yang tidak bisa kami jawab atau kurang memuaskan!

Featured

Recent Posts Widget