Hewan mamalia yang dikenal juga sebagai hewan purba ini, karena hidupnya sudah lebih dari 50 juta tahun, seiring perputaran waktu semakin berkurang jumlahnya di belahan perairan dunia. Menjelang musim dingin, paus butuh kehangatan untuk bertahan hidup. Mereka menuju ke utara untuk mencari kawasan perairan di satu negara yang memiliki iklim tropis. Dengan begitu mereka bisa melanjutkan kehidupannya, bereproduksi dan cari makan.
Dalam perjalanan migrasi akibat faktor cuaca inilah, biasanya paus-paus banyak yang terdampar di pelosok bumi. Dikatakan Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar Suko Wardono mengatakan penanganan terhadap paus pilot yang terdampar di pesisir Probolinggo ini masih terus dilakukan dengan melibatkan sejumlah pihak.
"Kami masih terus melakukan upaya penghalauan dan penyisiran terhadap paus di pesisir Probolinggo," kata Suko dihubungi awak media, Kamis siang, 16 Juni 2016. Suko langsung memimpin upaya penanganan paus yang terdampar ini
Sementara itu, dilaih pihak, Komandan SAR Pantai Parangtritis Ali Joko Sutanto mengatakan hiu paus tersebut ditemukan Jumat (03/08) sore di Pantai Parangkusumo, Bantul, Yogyakarta.

Sampai sat ini pihak yang berwenang terus melakukan evakuasi terhadap paus-paus tersebut. Dengan harapan tidak menambah jumlah paus yang meninggal. Kepunahan paus, bisa mengakibatkan tidak seimbangnya ekosistem yang ada di Laut.
Sejauh ini, faktor-faktor penyebab lain selain faktor atau kondisi cuaca ekstrim yang melanda beberapa belahan di Dunia, termasuk Indonesia masih sedang diselidiki. Lebih jauh untuk informasi seputar paus yang terdampar klim TOMBOL AJAIB ini.
No comments:
Write komentarTerima kasih sudah bertanya dan memberi komentar. Mohon maaf apabila ada pertanyaan yang tidak bisa kami jawab atau kurang memuaskan!