Sampah Menumpuk, Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Sedang Disiapkan oleh Pemkot Cirebon!

Berita Cirebon, Fokuscirebon.com - Perkotaan, memang menjadi tempat dimana aktivitas masyarakatnya begitu padat. Tidak salah kalau kemudian banyak limbah sampah yang dihasilkan di setiap Kota. Sampah bisa menjadi bencana, bisa juga menjadi berkah, tergantung bagaimana kita memahami dan memanfaatkannya. Kota Cirebon, melihat potensi sampah yang ada, berencana akan mengkaji dan membuat pembangkit listrik tenaga sampah. Seperti apa perkembangannya mengenai pembangkit listrik tenaga sampah di Cirebon? Simak artikel dibawah guys!



Mungkin sobat sekalian, ketika mendengar kata sampah ada yang langsung alergi, dengan citra sampah yang kotor, jorok, bau. Lalu kalau sampah tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan semua warga dengan mengubahnya menjadi listrik bagaimana? Seperti yang dikatakan oleh Staf Ahli Pemkot, Budi Rahardjo, pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) memang tengah disiapkan untuk mengatasi masalah sampah yang dimiliki Kota Wali itu.

Sampah apa yang bisa dijadikan menjadi listrik? Sobat sekalian, sampah yang bisa dimanfaatkan menjadi tenaga listrik bisa dari sampah organik maupun sampah anorganik. Masih belum mengerti, lalu bagaimana proses pengolahan limbah sampah menjadi tenaga listrik? Pertama yang dilakukan yaitu proses biologis dimana sampah yang diolah akan menghasilkan bio gas, dengan cara membakar sampah yang akan menghasilkan panas. 

Panas yang timbul akibat pembakaran sampah digunakan untuk memanaskan air, yang kemudian akan menghasilkan uap air. Dari uap air yang dihasilkan tersebutlah yang kemudia kan menggerakan turbin yang akan menghasilkan listrik. 

Itu cara pertama, sedangkan cara kedua yaitu dengan proses geothermal, dimana sampah akan disortir, sampah yang menghasilkan kandungan zat besi yang akan di press hingga menjadi briket, yang kemudian akan dibakar menghasilkan panas, turbin akan bergerak menghasilkan listrik disebabkan panas yang timbul terebut.

Hanya saja, PLTSa ini masih menemui kendala, kendala yang paling utama adalah kurangnya produksi sampah yang dihasilkan oleh warga Kota Cirebon. menurut Budi, masyarakat Kota Cirebon rata-rata menghasilkan setengah kilo sampah setiap hari. Sehinga ketika diakumulasikan dengan jumlah penduduk jumlah sampah yang dihasilkan belum bisa untuk memproduksi listrik.
“Barangkali salah satu solusinya ya dengan bekerja sama dengan daerah-daerah sekitar Kota Cirebon seperti Majalengka, Indramayu, Kuningan atau yang paling memungkinkan bekerja sama dengan Kabupaten Cirebon. Cuma ya tentunya bakal ada beberapa kerjasama dari dua daerah ini, dan itu kan gak semudah membalikan telapak tangan” ungkapnya.

Sumber: Demosmagz.com 

No comments:
Write komentar

Terima kasih sudah bertanya dan memberi komentar. Mohon maaf apabila ada pertanyaan yang tidak bisa kami jawab atau kurang memuaskan!

Featured

Recent Posts Widget